image host

Urip Iku Urup

Hidup Itu Nyala

image host

Nandurin Karang Awak

Suluh Ikang Prabha

image host

Sepi Ing pamrih, Rame Ing Gawe

Senyap dalam Pamrih, Ramai dalam Pekerjaan

image host

Memayu Hayuning Bawono

Percantik Keindahan Dunia

image host

Manunggal Kawula Gusti

Bersatu dengan Asal Muasal

Wednesday, 19 June 2019

Peluncuran Superhero Remaja “Luh Ayu Manik Mas” dengan kisah barunya: Ngae Perpustakaan Keliling

Sukses dengan peluncuran tokoh superhero remaja “Luh Ayu Manik Mas” di Bali dengan kisah pertamanya: Tresna Ring Alas (Mencintai Hutan) yang ditulis oleh I Made Sugianto, kali ini Luh Ayu Manik Mas hadir kembali dengan kisah baru yang tak kalah serunya. Kisah terbarunya berjudul: Ngae Perpustakaan Keliling (Membuat Perpustakaan Keliling), ditulis oleh Ni Made Ari Dwijayanthi dan tim BASAbali Wiki. Informasi tak kalah penting berikutnya adalah kini kita dapat berinteraksi langsung dengan Luh Ayu Manik Mas melalui akun twitter-nya @LuhAyuManikMas1.
Luh Ayu Manik Mas adalah seorang Prawireng Putri Bali (remaja pahlawan super) yang mendapat anugerah kekuatan untuk dapat menjaga keselarasan lingkungan alam dan sosial budaya. Dalam kesehariannya ia adalah remaja putri kelas 8 yang bernama Luh Ayu Manik. Kisah dan karakter pahlawan super Luh Ayu Manik Mas ini dihadirkan untuk menginspirasi kesadaran literasi, kepedulian lingkungan dan sosial, serta pemberdayaan perempuan generasi muda.
Luh Ayu Manik Mas merupakan sosok remaja pahlawan super pertama yang dikembangkan dari hasil interaksi dengan masyarakat. Melalui dukungan Twitter, Luh Ayu Manik Mas dapat berkomunikasi langsung dengan publik. Dari proses komunikasi yang terjadi diharapkan dapat menginsipirasi dan menggugah pemikiran kritis generasi muda agar aktif melakukan aksi nyata untuk perbaikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial. Luh Ayu Manik Mas mengajak publik untuk membincangkan segala persoalan lingkungan dan sosial dalam bahasa ibunya, yaitu bahasa Bali. Namun, dengan senang hati ia juga meladeni perbincangan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Sosok Luh Ayu Manik Mas akan terus dikembangkan bersama kisah-kisahnya berdasarkan masukan-masukan masyarakat. Hasil masukan masyarakat selanjutnya diolah sekelompok tim yang terdiri dari penulis, illustrator, editor, dan pakar bahasa, lalu mengembangkannya menjadi sebuah buku cerita bergambar. Setiap kisahnya akan disusun penulis yang berbeda untuk menciptakan banyak kesempatan bagi para penulis lokal menulis dalam bahasa Bali.
Karakter Luh Ayu Manik Mas adalah hasil kerja kreatif tim BASAbali, sebuah kolaborasi nirlaba yang berupaya menjaga kelestarian alam dan budaya Bali. Tiga kisah pertama Luh Ayu Manik Mas mendapat dukungan pendanaan dari Asia Foundation's Let's Read Program.
Ingin membaca kisah-kisah Luh Ayu Manik Mas secara utuh? Dapatkan secara gratis di Asia Foundation Let’s Read Program (https://reader.letsreadasia.org). Selain itu, terdapat lebih dari 75 buku anak-anak lainnya dalam bahasa Bali dan bahasa Asia lainnya di platform online ini. Tiga kisah Luh Ayu Manik Mas ini juga akan ditampilkan dalam The Asia Foundation’s six week Let’s Read Aloud Challenge yang menyatukan orang-orang di seluruh Indonesia untuk membaca nyaring bersama 200.000 anak. Ayo bergabung dalam tantangan ini dengan memberi tagar #AyoBacaNyaring di media sosial serta kunjungi www.ayobacanyaring.org.
Kisah Luh Ayu Manik juga tersedia secara gratis di kamus dan perpustakaan virtual BASAbali Wiki (https://dictionary.basabali.org), yaitu pada rak buku anak-anak. Pada bagian ini para pembaca bisa mengunduh buku secara gratis. Para pembaca juga diundang untuk menulis ulasan buku serta mengirimkan video terkait.

Share:

Saturday, 8 June 2019

Workshop Kurikulum FKIP Universitas Dwijendra: Bentuk Antisipasi Disrupsi Teknologi


Perubahan kurikulum dilakukan untuk menyesuaikan terhadap perkembangan teknologi Pada era disrupsi teknologi, mensyaratkan perubahan terhadap kurikulum. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan antara learning outcome dengan kebutuhan dunia kerja. Begitu pula dalam menyiapkan lulusan perguruan tinggi  yang profesional, melek teknologi, dan melek budaya, perlu diadakan peninjauan kurikulum sehingga lulusannya dapat terserap dunia kerja dan dapat membuka lapangan kerja baru.
            Antisipasi terhadap revolusi industri 4.0 khususnya di bidang pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang membawahkan empat program studi (Prodi) yaitu Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar mengadakan peninjauan kurikulum melalui kegiatan workshop pada hari Sabtu, 8 Juni 2019. Nara sumber  pada workshop tersebut  adalah Prof.Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., dan Dra. Ni Luh Putu Artini, M.A., Ph.D. Kedua nara sumber berasal dari Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.
Yang hadir pada workshop tersebut, Dekan FKIP, Drs. I Made Kartika, M.Si., Wakil Dekan FKIP, I.G.A. Mas Darwati,M.Si., Kaprodi Pend. Bahasa Indonesia dan Daerah, Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si., Kaprodi Pendidikan Kewarganegaraan, Putu Ronny Angga Mahendra, M.Pd., Kaprodi PGSD, Dewa Ayu Made Manu Okta Priyantini,S.Pd., M.Pd. Kaprodi Pend. Bahasa Inggris, Ni Putu Yuniari S.Pd,M.Pd. dan dosen di lingkungan FKIP Universitas Dwijendra.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor 1,  Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum,yang dalam hal ini mewakili Rektor Universitas Dwijendra (Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,M.M.A.) Dalam sambutannya WR 1, menekankan bahwa pembicaraan mengenai kualitas pendidikan tidak bisa terlepas dari pembicaraan masalah paradigma pendidikan. Paradigma konvensional yang berpusat pada siswa  sudah ditinggalkan menuju kepada paradigma pendidikan yang berpusat pada siswa dan bahkan sekarang berubah yang memposisikan guru sebagai learning manager. Materi pembelajaran begitu mudah diakses oleh siswa. Untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, siswa dapat mencari di google. Sebagai learning manager, guru menyiapkan siswa menjadi pelajar yang mandiri dan menjadi life  long learning.
        FKIP sebagai salah satu institusi yang menghasilkan calon guru yang profesional, melakukan peninjauan terhadap kurikulum. Peninjauan kurikulum tersebut untuk menyesuaikan learning outcome dengan lingkungan makro mencakup aspek politik, ekonomi, kebijakan, sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lingkungan mikro mencakup aspek pesaing, pengguna lulusan, sumber calon mahasiswa, dan e leaning.
         Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP ) Drs. I Made Kartika, M.Si. menyatakan bahwa kualitas pembelajaran di FKIP Universitas Dwijendra terus ditingkatkan menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja. Peningkatan kualitas lulusan tidak saja dilakukan dengan mengadakan peninjauan kurikulum tetapi standar rekrutmen dosen juga ditingkatkan . FKIP dalam melakukan rekrutmen dosen memperhatikan keprofesionalan calon dosen. Banyak praktisi yang direkrut menjadi dosen di FKIP Universitas Dwijendra. Dengan cara itu, diharapkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diimplementasikan secara profesional.
   Peningkatan kualitas pembelajaran di FKIP tidak saja dilakukan dengan peninjauan kurikulum,tetapi peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan dengan berkesinambungan. Pada tingkat fakultas telah dibentuk Sistem Penjaminan Mutu Internal Fakultas (SPMIF), dan pada tingkat program studi (SPMIP). Kedua SPMI inilah yang  bertugas melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi  pada tingkat program  studi dan fakultas.(SAD). Dengan itu, FKIP Universitas Dwijendra dapat menjawab tantangan di era disrupsi teknologi.
Share:

Monday, 27 May 2019

Dukung Kebijakan Gubenur Bali: FKIP Dwijendra membuat gebrakan baru

Kuliah mendapatkan beasiswa, itu sudah biasa. Kalau kuliah gratis di tempat berkualitas itu yang luar biasa.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dwijendra adalah salah satu fakultas di Universitas Dwijendra yang senantiasa berinovasi agar mampu menjadi unggul di bidang pendidikan, membentuk calon-calon guru yang kompeten dan kompetitif. Fakultas yang beralamat di Jalan Kamboja No.17 Denpasar ini memiliki empat program studi yang sedang hits dan diminati oleh siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Keempat Program studi tersebut adalah Program Studi Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), Prodi PPKN, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
FKIP Dwijendra telah mencetak banyak lulusan yang menempati posisi-posisi stategis dan semakin hari semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman. Baru-baru ini, Gubernur Bali, I Wayan Koster menjadi keynote speaker dalam acara Dharma Shanti yang diadakan di Universitas Dwijendra, menyampaikan program-program yang sedang direncanakan dan telah dilaksanakan dalam lima tahun ke depan. Salah satunya adalah ngrajegang Bali dengan aturan hari kamis berbahasa Bali dan berbusana adat Bali. Gubenur berharap, Dwijendra mampu bangkit dan berdiri dengan mewujudkan cita-cita luhur dan spirit Dang Hyang Dwijendra. 
Universitas Dwijendra di bawah pimpinan Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc. M.MA dengan cepat melaksanakan program-program yang mendukung program-program Gubenur Bali. Salah satunya adalah memberikan keringanan biaya kepada calon mahasiswa yang memilih program di Prodi Pendidikan bahasa Daerah Bali melalui surat edaran nomor 754/UD.II/I/V/2019. Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa mahasiswa yang memilih kuliah di program studi pendidikan bahasa Indonesia dan daerah khususnya yang memilih bahasa Bali akan mendapatkan keringanan berupa dibebaskannya biaya SPP dan SKS selama delapan semester.
Kebijakan Rektor disambut baik oleh  Dekan FKIP Universitas Dwijendra.  Drs. I Made Kartika, M.Si  mengatakan,” Kami di FKIP sangat berterimakasih dan antusias dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Bapak Rektor. Kami sudah melakukan promosi dan membuat program-program yang mendukung kebijakan Rektor.”
Selain itu, Drs. I Made Kartika, M.Si. bersinergi dengan ketua program studi dan dosen-dosen telah mendukung penuh kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang membantu meningkatkan skill mahasiswa kedepannya.
“UKM dan semua kegiatan mahasiswa yang sudah ada akan dimaksimalkan lagi keberadaannya. Kuliah dengan dosen-dosen professional, membuat saya yakin dengan kualitas mahasiswa kami. Dan untuk adik-adik SMA yang ingin menjadi guru professional yang mampu bersaing di era 4.0 ini, ayo bergabung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jangan Ragu!” Tegasnya. Selain itu, Universitas Dwijendra juga memberikan peluang yang lebih besar kepada calon mahasiswa yang berminat, FKIP Dwijendra juga membuka kelas pagi dan berbagai beasiswa untuk mahasiswa.
Share:

Monday, 6 May 2019

Peluncuran Prawireng Putri Bali, Pahlawan Perempuan Super Bali.

Peluncuran Prawireng Putri Bali, Luh Ayu Manik Mas oleh Ibu Gubernur Bali Nyonya Suastini Koster
Kegiatan Peluncuran Prawireng Putri Bali ini terselenggara atas kerjasama BASAbali Wiki dengan The Asia Foundation’s Lets Read Program. BASAbali Wiki merupakan sebuah wadah kolaborasi antara ahli bahasa, antropolog, pelajar dan masyarakat sipil yang memiliki tujuan menjaga, melestarikan dan mengembangkan bahasa Bali melalui portal bernama basabali.org. Pada kegiatan pelaksanaannya, BASAbali Wiki bekerjasama dengan Yayasan Dwijendra Denpasar, serta melibatkan para guru, siswa, dan penyuluh bahasa Bali, bertempat di Aula Sadhu Gocara Yayasan Pusat Dwijendra Denpasar (04/05/2019).
Tokoh superhero perempuan Bali yang diluncurkan diberi nama Luh Ayu Manik, siswi kelas VII yang memiliki karakter supel dan pintar dengan tanda siluet naga di pergelangan tangan kanannya. Setelah bertransformasi, Luh Ayu Manik berubah menjadi Luh Ayu Manik Mas.
Peluncuran Prawireng Putri Bali dihadiri oleh Ibu Gubernur Bali, Nyonya Suastini Koster, Direktur BASAbali Wiki Drs. I. Gede Nala Antara, M.Hum, Ketua Yayasan Dwijendra, Kepala SMP Dwijendra, penulis cerita, ilustrator dan undangan lainnya. Peluncuran tokoh superhero ditandai dengan pembacaan buku oleh Ibu Gubernur Bali, Nyonya Suastini Koster. Selain kegiatan tersebut, juga dilaksanakan perlombaan membuat review buku sekaligus memasukkan review ke kamus BASAbali wiki dan diakhiri dengan foto bersama.

Share:

Sunday, 7 April 2019

SOSIALISASI KAJANG WARIH SRI NARARYA DAMAR BALI

Praktek Pemasangan Kajang dalam Upacara Ngaskara

Agama Hindu, dalam setiap ritual keagamaanya tentunya tidak bisa terlepas dari penggunaan  simbol-simbol keagamaan, dan setiap klen memiliki sanggah kawitan, pendeta, bade, patulangan, dan kajang tertentu yang digunakan dalam upacara ngaben, yang juga dikaitkan dengan asal-usul keturunan. Berkaitan dengan kajang, sistem pelapisan sosial juga tampak dari adanya beberapa jenis kajang, yaitu Kajang Brahmana, Kajang Ksatrya, Kajang Wesya, dan juga kajang sesuai dengan garis keturunan masing-masing. Kajang merupakan salah satu sarana yang mesti ada dalam upacara pengabenan. Oleh karenanya, sosialisasi berkaitan dengan kajang penting kiranya dilaksanakan. Seperti halnya yang dilaksanakan Panglingsir dan Pasemetonan Lanang Ceramcam dengan menghadirkan para sulinggih Paiketan Sulinggih Sri Nararya Damar Bali, diantaranya Ida Rsi Agung Bhagawan Damarjaya Pemecutan, Ida Ratu Rsi Agung Dharma Putra Adnyana Gria Agung Lanang Padangsambean, Ida Ratu Rsi Agung Bhagawan Hyang Anulup Pemecutan, Ida Ratu Rsi Agung Bhagawan Dawan, dan Ida Rsi Agung Bhagawan Dewa Ngurah Gria Legian. Dengan kehadiran para sulinggih, diharapkan bisa memberikan pencerahan dan tuntunan berkaitan dengan keberadaan leluhur dan juga kajang yang dipergunakan. Sosialisasi kajang yang diisi dengan praktek langsung proses pemasangan kajang, dilaksanakan  di Pura Luhur Manik Makeplag (Minggu, 7 April 2019). Selain pemaparan dan praktek langsung pemasangan kajang dengan dituntun Ida Rsi Agung, disela acara juga dipaparkan akan sejarah keberadaan Pura Luhur Manik Makeplag yang dipercaya sebagai linggih Ida Bhatari Dewi Danu.
Penyerahan Punia berupa tateken kepada Paiketan Sulinggih Sri Nararya Damar Bali

Kegiatan sosialisasi dihadiri pula oleh Panglingsir Puri Pamecutan dan pasemetonan Puri. Dalam penyampaiannya, Ida Ratu Sri Agung Bhagawan Damar Jaya Pemecutan memaparkan, apapun garis keturunannya baik itu arya kenceng, arya belog, leluhurnya adalah Sri Nararya Damar. Beliau menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menyamakan persepsi pasemetonan, sehingga sebelumnya telah dilaksanakan pula seminar-seminar berkaitan dengan penggunaan kajang, urutan pemasangan kajang ketika pangaskara, ada yang disebut dengan recadana, kajang kawitan dan kajang lainnya yang telah disepakati berdasarkan atas sastra. Ida Rsi Agung juga menyinggung masalah sarana ukur, agar paling nista menggunakan 175 uang kepeng, atau kelipatannya.

Sosialisasi juga diisi dengan penyerahan buku tentang kajang kepada Pasemetonan Lanang Ceramcam serta punia dari Lanang Ceramcam berupa teteken kepada para sulinggih, serta penyerahang tongkat komando kepada Pangelingsir Lanang Dawan dan Lanang Ceramcam.  Ida Ratu Rsi Agung Dharma Putra Adnyana yang juga merupakan Penasehat Paguyuban Bakti Marga, menekankan dengan banyaknya prati sentana  Sri Nararya Damar Bali, penting kiranya agar prati sentanan Ida mengetahui dan menggunakan kajang kawitannya, karena selama ini prati sentanan Ida Sri Nararya Damar Bali menggunanakan kajang dari gria lain. Kajang yang  merupakan identitas dari klen/ soroh ini, diharapkan bisa mengatarkan Sang Inaskara yang diupacarai, bisa bertemu dengan kawitan, yang pada akhirnya bisa kembali pada Sangkan Paraning Dumadi.
Foto Bersama Paiketan Sulinggih Sri Nararya Damar Bali dengan Pangelingsir Lanang Dawan dan Lanang Ceramcam
Share:
NGIRING SARENG-SARENG NEES PANGLIMBAK COVID-19 RING BALI

PANGUPAYA NAMBAKIN COVID-19

Self-quarantine-is-recommended-for-individuals-who-have-been-directly-exposed-to-the-new-Coronavirus-or-have-history-of-travel-in-infected-or-heavily-populated-areas SAMPUNANG KIJA-KIJA SELAMI PANDEMI COVID-19